Pagar Makan Rakyat
Bagi pengguna jalan di sekitar komplek istana, mungkin mata anda akan disibukkan dengan pemandangan yang tidak biasa, pikiran kita mungkin akan terperangah dengan pertanyaan sekenanya atau lebih dalam bagi siapa yang serius mengolah pemikirannya.
Bangsa kita sedang melanjutkan salah satu agenda pembangunan yang tak kalah penting dari program pemulihan gempa di padang, atau para korban kebakaran di Jakarta yang setiap hari selalu ada saja pemukiman yang hangus terbakar entah karena sebuah permainan atau murni kecelakaan. Bangsa kita sedang giat membangun pagar istana, membangun benteng jeruji besi yang lebih tinggi dengan dibantu alat-alat berat yang bekerja siang dan malam, menutup sebagian ruas jalan, menambah kepadatan di tengah kemacetan yang belum terpecahkan.
Berapa banyak uang rakyat yang dikorbankan, apakah pasak-pasak besi lebih penting dari rakyat yang masih banyak hidup memprihatinkan, bagaimana dengan para korban bencana di negeri ini apakah sudah terselesaikan.., lalu bagaimana dengan nasib anak jalanan yang hingga larut menengadahkan tangan untuk makan. sungguh payah bagi kami* (baca: rakyat*) menembus pagar setengah badan untuk menyampaikan berbagai kehendak kami, keluh kesah kami, pengaduan keadilan bagi kami. Entah bagaimana nasib kami jika pagar lebih tinggi dan lebih penting urusannya dari urusan kami.
Semoga tingginya bukan untuk menghalau kami, kuatnya besi tidak menghalangi jeritan penderitaan kami, dan semoga bangsa ini lebih bijak memilih kepentingan kami daripada sekedar batang besi.
Wallahu a’lam




saya juga lihat hari minggu lalu sepertinya mau ada renovasi pagar ….
sebaiknya posting dilengkapi foto renovasi pagar …
jika berkenan mampir ke blog saya utk sedikit share ttg update berita gempa terbaru
salam
Karena mereka penguasa,
sehingga bersembunyi dibalik benteng-benteng kokoh,
karena mereka bukan pemimpin,
yang maju mengorbankan diri sendiri bertempur demi rakyat (dan bukan atas nama rakyat).
sebelum mata pena anda berkarat saudaraku,
menulislah sebanyak engkau bisa,
cerahkan gelap di sekitarmu,
karena menjadi cahaya adalah lebih baik di tempat yang gelap gulita.
Salam dari kawan lamamu ini,
Mino.