Ramadhan indah di Jakarta

Sudah menjadi langganan setiap tahunnya kami menghabiskan momen Lebaran jauh dari kampung halaman. Bekerja dilayanan publik mengharuskan kami untuk menyiagakan diri saat momen momen penting seperti pada Hari Raya Idul Fitri. Tidak terasa tiga tahun sudah saya bermukim di Jakarta, dan dua ramadhan telah saya lalui di tanah rantau ini, ya cuma dua karena ramadhan sebelumnya saya di Surabaya dalam rangka tugas kantor.
Selalu timbul hasrat untuk bisa menjalani ramadhan bersama keluarga di kampung, wajar saja karena sejak kecil kita hidup bersama-sama orang tua yang kita sayangi. Tentu ada nuansa-nuansa yang kita rindukan, dan berharap nuansa itu bisa hadir kembali. Tapi ada yang berbeda dengan ramadhan tahun ini, entah mengapa saya begitu menikmati suasana ramadhan di kota ini. Suasana ramadhan di jakarta sungguh menyenangkan, begitu banyak kajian-kajian dan ceramah yang diadakan oleh masjid, instansi dan lembaga-lembaga di Jakarta dengan pengisi kajian dan penceramah yang barang kali tidak begitu kondang namun sangat berkualitas. Selain istiqlal tidak sulit menemukan masjid-masjid besar dan indah di sini, seperti masjid Agung Al azhar, Masjid jami di Pondok Indah atau masjid At taqwa di kemanggisan. Dan yang menarik adalah banyak mesjid yang menyediakan makanan berbuka puasa dengan menu yang menurut saya luar biasa, bahkan di mesjid kecil tidak jauh dari tempat tinggal saya.. makanan berbukanya sungguh beraneka dan dalam jumlah yang bisa dibilang banyak. Ya..bagi mahasiswa lanjut seperti saya ini cukup membantu menjaga stabilitas materi agar kantong tidak terdehidrasi lalu layu karena kering.
Popularitas Jakarta sebagai primadona kota negeri ini sudah tidak diragukan lagi, kota yang berhiaskan gedung-gedung pencakar langit dengan berbagai kelebihan fasilitas yang dimiliki menjadikan Jakarta menarik untuk dikunjungi. Gedung-gedung bertingkat sepanjang jalan thamrin hingga bunderan senayan lebih terasa keindahannya saat lebaran. Jika kita menelusuri Jakarta saat lebaran seolah kita berada di kota Megah dengan segelintir orang saja didalamnya, suasana seperti ini seolah begitu nikmat bagi kami yang kenyang dengan hebatnya kemacetan dan polusi di Jakarta.
Hemm… tulisan ini seharusnya release saat bulan Ramadhan kemarin, tapi keterbatasan ilmu si penulis yang tak kunjung membaik sehingga coretan sangat sederhana ini bisa rampung. Kembali ke topik, semakin waktu lebaran tiba maka semakin terasa indahnya bulan ramdahan di Jakarta. Jalanan semakin lengang, kemacetan jauh berkurang bahkan menjadi tiada menjelang satu syawal. Jakarta sungguh nyaman di kesunyiannya, pesona atmosfir langit Ibu Kota yang tidak biasa, dari gajah mada hingga sudirman raya sungguh tenang suasananya. Mungkin ini subjektifitas keindahan versi saya, namun lebaran di Jakarta tahun ini begitu berkesan bagi saya.
Meski terlambat Saya Sampaikan “Taqabbalallahu Minna WaMinkum Wa Ja’alanallahu MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN. Selamat IDUL FITRIi 1430 H, MOHON MAAF LAHIR & BATHIN.

kalau lebaran di jakarta gimana mas ceritanya? syahdu?
salam blogger,
masmpep.wodrpress.com
Dia langsung bertanya padaku, apa arti dari minal aidin wal faizin Aku jawab ajah sesuai yg aku tau, mohon maaf lahir dan bathin itu jawabku.