Langsung ke isi

Potret Arab Saudi di Masa Datang: Menghilangkan Jejak Rasulullah?

2009/04/28

Arab Saudi, seperti juga negara-negara lain yang bergelimang harta, terus melakukan modernisasi. Selain secara pemikiran, seperti diangkatnya seorang perempuan dalam jajaran kementrian di negara itu, juga pembangunan fisik pun dilakukan. Tetapi, pengembangan Arab Saudi, khususnya kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak memedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya.

Bangunan-bangunan itu dibongkar karena berbagai alasan, namun sebagian besar karena ingin menyesuaikan dengan kota-kota besar di dunia lainnya. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.

Beberapa bulan yang lalu, Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di wilayah Arab mengatakan bahwa beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun Itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah. “Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir,” katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir. Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994.Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan. Mereka banyak menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam sejak masa Ar-Rasul SAW.Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata. Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari. Wallohu alam bi shawab.

sumber : www.eramuslim.com

6 Komentar leave one →
  1. 2009/05/08 9:23 am

    Sungguh sangat disayangkan…
    Mungkin saja beberapa bukti sejarah perkembangan islam tidak akan bisa dinikmati lagi.
    Kemajuan seharusnya tidak perlu menghilangkan sejarah
    Apakah tidak ada rencana lain dengan tetap melestarikan sejarah?

  2. 2009/07/11 2:19 pm

    para ulama dahulu dan para sahabat tidak mengutamakan yang namanya situs-situs atau petilasan. Mereka lebih mementingkan keilmiyyahan dari pada bentuk fisik. Teknologi boleh maju… lihat para ulama yang juga kompeten dalam ilmu keduniawian semisal kedokteran, sains dll mereka bisa merubah peradaban fisik. Mereka bisa merubah culture suatu negeri dengan culture islam karena keilmuan bahkan bahasa asli suatu negeri hilang karena adanya bahasa arab yg dibawa oleh para ulama pendahulu kita.

    Dalam kaedah ushul bahwa “masalah mua’amah / keduniawian hukum asalnya mubah hingga ada dalil yg melarangnya” (termasuk teknologi) sebaliknya “masalah peribadatan hukum asalnya haram hingga jelas yang dituntunkan oleh Nabi Shalallohu ‘alayhi wasalam”

    Jadi untuk kemashlahatan umat khususnya Wasilah utk beribadah dalam hal ini Haji (makka) karena semakin bertambahnya jama’ah haji. kita sebagi manusia dituntut utk membuat inovasi utk menjawab permasalahan yang ada.

    lihat juga kaedah ushul “al wasa-il laha hukmul maqhosid (hukum sarana sama dengan hukum tujuan)…. kaedah ini terdapat kaedah derivat atau turunan salah satunya “Maa laa yatimmul wajibu illah bihi fa huwa wajib” (Suatu yang wajib yang tidak sempurna kecuali dengan sarana ini, maka sarana ini menjadi wajib)

    nah taruhlah renovasi kota makkah karena utk tujuan bisa ditegakkannya rukun islam kelima yaitu haji dan juga umroh dengan berbagai tantangan permasalahan yang harus dipecahkan oleh umaro’ maka itu menjadi wajib. Suatu yang wajib yang tidak sempurna kecuali dengan sarana ini, maka sarana ini menjadi wajib. kalau tidak ada perluasan dan perubahan teknologi arsitektur dan lain2 yg menyangkut hal tersebut akan menjadikan ibadah haji tidak sempurna dan susah utk direalisasikan maka hal tersebut menjadi wajib.

    “Liatlah masa depan… bukan melihat kenangan. Rosululloh dan para Salafussholih mengajarkan melihat hadits dan atsar dengan sanad riwayat yang shohih, bukan dengan mengagung-agungkan situs2 atau petilasan2.”

    Allohu a’lam

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Saudaraku… mohon dibaca artikel diatas dengan seksama, jangan emosi karena melihat banyak situs2 dan petilasan yang dikeramatkan di negeri kita lantas menyamakannya dengan situs2 di negeri lain, Bagian manakah yang menyebutkan bahwa situs2 Rasulullah dikultuskan ??

    Mohon baca lagi dengan seksama, jika memang situs2 islam dimusnahkan demi kepentingan umat.. maka itu masih bisa ditolerir. Dimana letak kesalahannya jika sebagai umat mempertahankan peninggalan2 Rasulnya agar bisa kita ambil hikmah dan sebagai sarana untuk melestarikan histori kejayaan Islam agar dengannya kita bisa termotivasi untuk berdakwah, bukan sebagai tempat pemujaan seperti yang antum sangka.

    Mohon dibaca lagi dengan teliti dan dengan sudut pandang yang berbeda, Motif pemusnahan situs2 sejarah islam jika kita menelaah dengan CERMAT artikel diatas adalah lebih karena Negeri tsb ingin terlihat seperti negara-negara maju di Dunia. Ya pasti kiblatnya mengarah ke Amerika dan sekutunya.
    Apakah kita rela membiarkan jejak sejarah panjang Rasulullah dimusnahkan hanya untuk “Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata.” seperti yang dijelaskan dalam artikel diatas ?

    Sudah bukan rahasia lagi kalau Kerajaan Saudi sangat condong pada Amerika, terlihat dari kebijakan2 dalam negeri dan luar negeri yang sama sekali tidak berpihak kepada Islam.

    Apakah ini yang demi kepentingan umat?

    Wallahu A’lam bishowab

    Wassalamu’alaikum

  3. 2009/07/11 4:12 pm

    ana mumkin setuju pendapat antum. tapi untuk kata-kata

    “Sudah bukan rahasia lagi kalau Kerajaan Saudi sangat condong pada Amerika, terlihat dari kebijakan2 dalam negeri dan luar negeri yang sama sekali tidak berpihak kepada Islam.”

    itu adalah dzon yg berlebihan. tidak menganalisa kebenaran. dengan hanya satu masalah sehingga menggeneralisir bahwa Kerajaan Saudi condong ke US dan tidak berfihak ke islam dgn katalain mengatakan KSA adalah antek2 US.

    janganlah langsung memvonis spt itu sblm mengetahui sesungguhnya karena media2 saat ini rentan utk dirubah, direkayasa dan dibuat seolah-olah ingin menyudutkan piha tertentau atau demi kepentingan tertentu.

    Sebuah Hiperbola jika menarik kesimpulan bahwa KSA adalah antek US, hanya karena kebijakan KSA yang kurang memihak Islam. Mungkin ana memang berlebihan, tapi itu didasarkan pada sikap KSA yang tidak tegas terhadap penjajahan israel di Palestina, tidak seperti Turki yang meski masih dalam bayang2 sekulernya namun tetap tegas mengatakan TIDAK pada Israel dan sekutunya.

    Bukan hanya satu masalah, sehingga ana berasumsi demikian. Ada beberapa pijakan sehingga ana sampai pada pendapat itu, diantaranya:

    Bukan malah didukung, rakyat saudi yang menunjukkan aksi damai mendukung Palestina malah di kecam “Rakyat Saudi Gelar Aksi Menentang Israel”.
    “Mesranya Tentara AS dan Saudi”

    “Penghargaan Nobel Saudi terhadap Prof. Israel, yang Prof-nya sendiri bingung kenapa diberi penghargaan ?”

    “Raja Abdullah dan Hegemoni AS di Arab Saudi”

    “Kecaman Gaddafi Terhadap Pemimpin Arab”
    “Raja Abdullah Saudi, Gamal Abdel Nasser Baru”
    “Pangeran Khalid Saudi Menentang Bioskop di Negaranya”
    “Peres: 57 Negara Arab dan Muslim Siap Akui Israel”

    Berita-berita tersebut diliput oleh Redaksi Eramuslim, serta beberapa situs Islam seperti Dakwatuna, swaraislam juga pernah memberitakan berbagai pemberitaan perihal sepak terjang KSA. Apakah Media Dakwah seperti ini punya motif merubah, merekayasa atau menyudutkan Islam ?

    Kebenaran hanyalah milik Allah azza wa jalla

    Afwan Jiddan

    Wallahu A’lam bishowab

  4. 2009/07/12 9:44 pm

    Nah berita-berita itu kadang menurut ana belum valid karena masih menganalisa dari berita2 yahudi semisal cnn, bbc, atau media2 lokal yg rata2 yg mengambil berita besar sekelas cnn, bcc, dll dr media besar barat.

    dari berita itu –mumkin dianggap objektif sebagai fakta– dan dianalisa (dengan pemahaman dan ilmu yg seseorangan / golongan miliki, standar kacamata) sehingga memnuculkan suatu laporan atau reportase yang menurut dia/golongan itu.

    teorinya : anggaplah ada berita dari cnn mengatakan A. dan dari media nasional B mengambil berita itu untuk diberitakan dg versinya. Nah ada orang/media C mengambil berita dari media B dengan tingkat objektifitas dalam pemaparan ulang dibanding media nasional B. Karena memiliki tendensi ataupun dasar pemahaman dan dokma yg telah dia serap dari informasi-informasi sebelumnya (mumkin dari belajar selama dari kecil). Akhirnya melahirkan reportase gayanya sendiri. (itu belum lagi jika ada fitnah yang menyebar yang membuat syubat di suatu negeri sehingga fakta yg sesungguhnya)

    Contohnya:
    Ana katakan karena informasi yang buruk dan sanad-sanad berita ataupun tarikh yang ga jelas tentang sejarah berdirinya kerajaan Arab saudi plus serangan-serangan tuduhan dari musuh2 Kerajaan Saudi jaman duhulu (bisa jadi dari muslim atau kafir) hingga banyak yang tersebar masuk ke pergerakan-pergerakan muslim sebagai dokma kalau Kerajaan Saudilah yang menjatuhkan Kekhilafahan Utsmani. Maka dokma2 itu berputar dan berputar seperti bola es salju yang semakin ke sini semakin besar fitnahnya. Nah dengan dasar itu banyak orang terkena fitnah dogma itu tanpa tau sanad tarikh yang benar. Sehingga memunculkan pengetahuan dalam diri seseorang bahwa KSA adalah dari dulu pengkhianat Islam. maka pengetahuan ini sebagai salah satu tolak ukur dalam membuat reportase, berita, artikel, nusroh-nusroh, kitab-kitab yang akhirnya mendiskreditkan KSA secara berlebihan.

    Belum lagi ditilikdari sanad berita yang dia ambil apakah dari orang fasiq, orang kafir, seorang dajjal (pendusta) ataukan orang yg berpemahaman lurus.

    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Anta sendiri masih ragu dalam teori yang anta jelaskan “Nah berita-berita itu kadang menurut …” ,..”dari berita itu –mumkin dianggap objektif sebagai fakta”… saya percaya redaksi Eramuslim dan situs2 islam lainnya (yang lurus) tidak gampangan dalam menerima atau meliput sebuah berita, mereka punya dasar penilaian yang dilakukan dengan metode yang ilmiah, setiap pemberitaan pasti akan dipertanggung jawabkan dan dalam islam dituntut untuk selalu berpikir ilmiah. Saya percaya redaksi eramuslim tidak asal liput berita. Jika benar berita di eramuslim menganut sumber “dari berita2 yahudi semisal cnn, bbc, atau media2 lokal yg rata2 yg mengambil berita besar sekelas cnn, bcc, dll dr media besar barat” sungguh saya salut pada media tersebut karena mereka sportif dalam menilai akar masalah, kenapa? karena eramuslim banyak menyorot konspirasi gelap dan berbagai rencana, tindakan mereka yang selalu berusaha menghancurkan islam. Ana masih ingat liputan Tim eramuslim yang melakukan wawancara langsung dengan petinggi Hamas di Palestina Khaled Misyal dengan berbagai resiko dan kesulitannya, ana rasa berita di Eramuslim bisa dipertanggung jawabkan.

    Wallahu A’lam Bishowab, Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  5. jalaluddin permalink
    2010/06/02 12:38 pm

    ASSALAMUA’ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH
    ana tidak bermaksud berpihak pd salah satu dari antum,argumen2 yg antum utarakan masya’allah mudah difahami,barokallohu fikum….ane sih cuman mau bilang kalaupun penghilangan situs2 bersejarah utamanya dikota mekkah harus dilakukan ya paling tidak pemerintak KSA harus mempertimbangkan apa yg kira-kira sepantasnya dibangun ditempat tersebut,jgn kaya situs rumah rasululloh SAW bersama ummul mu’minin khadijah dihilangkan kemudian dibangun toilet,apa pantas tempat itu dijadikan toilet?wala’fwu mingkum….

  6. 2011/07/16 11:58 am

    maaf numpang lewat,,jadi inti dari pembicaraan keduanya yaitu sama-sama betul dan sama – sama salah,,kenapa sebab, coba kita renungkan lagi dan kembali k’zaman nabi muhammad saw,,beliau saja tidak sanggup untuk hidup dimekkah,,karena dari dulu sampai sekarang orangnya banyak yang jahil – jahiliyah( bukan semuanya ) makanya nabi hijrah dari mekkah ke madinah,,untuk menemui ketentraman.wassalam

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.